Tabungan Rachel

Yasmin terheran-heran melihat anak temannya Rachel begitu sehat saat remaja. Kedua anaknya Rachel, yaitu Laura dan Nico begitu sehat dan bugar. Laura begitu aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler kesenian di sekolahnya, entah drama dan musik. Sementara Nico begitu aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga, entah ikut volley atau basket. Yasmin juga melihat Rachel begitu sehat, rupanya mama kedua anak itu sama sehatnya dengan keua anaknya.

Padahal jika berbincang-bincang mengenai keluarga mereka, Yasmin tidak begitu melihat ada perbedaan mencolok, kecuali Yasmin sekeluarga yang kadang malah lebih sering makan di luar, entah di mall atau di resto baru dekat rumah.

Anak-anak Yasmin juga lebih sering sakit, entah masuk angin, kena flu atau sakit batuk dibandingkan dengan anaknya Rachel, sehingga wajar anaknya Rachel lebih aktif dalam kegiatan fisik.

Setelah mendesak Rachel, akhirnya Rachel memberitahu rahasianya. Rahasianya rupanya terletak pada prinsip hidup keluarga Rachel, yaitu membuat mindset tabungan pada masing-masing anggota keluarga. Apakah maksudnya tabungan seperti uang atau saham atau yang lainnya ?

Tabungan yang dimaksudkan di Rachel di sini rupanya tabungan kesehatan, rupanya Rachel selalu melindungi keluarganya tanpa mereka merasa terbebani atau terpaksa. Misalnya Rachel meberikan makanan yang sehat dan enak buat anak-anaknya, dan dipilihnya yang tidak terlalu mahal. Malah anak-anaknya lebih suka membawa bekal makanan dari rumah yang dimasak sendiri oleh Rachel dibandingkan beli di kantin sekolah, lebih enak masakan mama kata mereka.

Rachel juga memasang lampu-lampu rumah yang lebih terang untuk membuat mata anaknya lebih sehat, selalu membuka jendela lebbar-lebar supaya ada sirkulasi udara, membatasi penggunaan gadget agar pikiran anaknya tidak terlalu rusak oleh sosial media, mengajak anaknya selalu bersyukur dengan berdoa dan akhirnya mengajarkan anak-anaknya pola hidup bersih dan disiplin.

Lho kalau itu, keluargaku juga sudah melakukannya, pikir Yasmin, tapi kok masih terlihat berbeda ?

Ada satu yang berbeda yang tidak dipunyai Yasmin, yaitu Rachel mengantar anak-anaknya sekolah dengan mobil. Walaupun mobil tersebut bukan mobil yang mahal dan bagus, tetapi bisa melindungi anak-anaknya dari air hujan, udara yang panas, terik matahari, debu yang masuk lewat hidung, sampai pada melindungi anaknya dari serempetan kendaraan lainnya jika anak-anaknya naik motor. Rachel juga merasa anaknya lebih aman dari percikan droplet saat musim pandemi COVID 19 sekarang ini.

Sehingga wajar saja anak-anaknya Rachel lebih sehat dibandingkan dengan anaknya Yasmin, karena anaknya YAsmin kemana-mana diantar naik motor yang penuh dengan resiko. Ditambah resiko kena percikan virus COVID 19 ini.

Baru sekarang Yasmin merasakan bahwa tabungan kesehatan tambahan itu sangat perlu untuk anak-anaknya, dan juga merasa perlu punya kendaraan sendiri yang tidak harus mahal, yang penting bisa melindungi, bahan bakarnya irit, terpelihara sejak dibeli dan masih terasa nyaman untuk dikendarai di dalam kota dan di luar kota. Untuk masa depan anak, kita memang harus melindunginya sejak mereka masih kecil.

Jika Anda ingin keluarga Anda seperti keluarga Rachel, dan ingin mempunyai mobil bekas seperti Yaris tahun 2012 yang murah, terpelihara dan irit, silahkan klik di bawah ini.

https://www.olx.co.id/item/cerita-yaris-tahun-2012-bekas-yang-dipakai-seorang-wanita-iid-780100179

Cerita Maria

Yaris 2012

 

Maria menggerutu, ibunya di kampung selalu mengingatkan bahkan melarang jangan sering-sering naik motor, apalagi ada wabah virus Corona seperti ini,

Katanya nanti ada percikan air ludah muncrat dari pemotor di depannya. Belum lagi takut kalau keserempet mobil yang ngebut atau keserempet pemotor lainnya. dijambret orang jahat, dipepet orang iseng sampai pada kepanasan atau kehujanan di jalan.

Padahal dia sendiri tidak selalu naik motor, tapi kadang memang perlu juga naik motor untuk keperluan yang mendesak, misalnya membeli kebutuhan pokok, ke kantor atau ke kampusnya, sehingga tetap tidak bisa 100% berdiam diri di rumah.

Trus kalau tidak naik motor, harus naik apa dong, begitulah Maria menggerutu. Kalau harus naik angkutan umum, dia harus mengganti angkot beberapa kali, belum lagi berdekatan dengan orang yang tidak dia kenal. Begitu pula jika naik ojek online, bukan jaminan kalau si tukang ojol itu tidak menularkan penyakit.

Memang lebih baik jika Maria naik GoCar atau Grabcar, tapi tentunya biayanya jauh lebih mahal dibandingkan jika naik ojek online atau membawa motor sendiri. Maria tambah mengegrutu.

Dari pada Maria naik GoCar atau GrabCar, lebih baik naik mobil sendiri walaupun bekas, itu pun cukup untuk penumpang lima orang.
Cuma Maria ingin agar mobilnya itu memang dirawat sama pemilik mobil sebelumnya, entah perawatan rutin di bengkel resmi atau ganti oli yang tidak pernah telat. Selain dirawat, tentunya mobil itu irit, dan cocok untuk wanita seperti dia, apalagi misalnya yang memakai mobil itu juga sesama wanita, pasti gak pernah dibawa ugal-ugalan atau sembarangan.

Dan yang paling penting harganya gak mahal, sekitar 100 juta, tapi dengan kondisi yang masih bagus. Maria takut jika beli di showroom mobil bekas, banyak informasi yang diberikan tidak sesuai fakta yang sebenarnya.

Jika Anda situasinya seperti Maria yang butuh mobil bekas di saat situasi Corona seperti ini, silahkan klik ini ya https://www.olx.co.id/item/cerita-yaris-tahun-2012-bekas-yang-dipakai-seorang-wanita-iid-780100179

Maaf ternyata iklan, bantu jual mobil istriku, terima kasih

Yaris ibu

Yaris ibu

Yaris ibu

Yaris ibu

Yaris ibu

Yaris ibu

Etika Rapat / Pertemuan / Seminar Online

Sekarang ini saat ada wabah COVID-19 dan kita harus melakukan Work From Home, kita akan bekerja di rumah dan melakukan rapat / pertemuan juga di rumah. Tapi kita juga bisa melakukan pertemuan lainnya, termasuk pertemuan kelompok keagamaan, lingkungan keluarga dan lingkungan sosial lainnya dengan memakai aplikasi tertentu.

Berikut saya berikan sedikit informasi mengenai etika yang diperlukan untuk rapat online tersebut, gabungan dari pendapat pribadi dan pendapat orang lain.

Etika rapat / pertemuan / seminar online itu seperti ini :

SEBELUM RAPAT

  1. Pastikan bahwa memang kita memang diundang dalam rapat tersebut, bukan karena iseng, sedang tidak ada kegiatan, ada teman yang ikut, atau karena ada link rapat yang dibagikan dalam sebuah group. Bisa jadi rapat online tersebut digunakan untuk membahas sesuatu dalam lingkup diskusi yang kecil
  2. Pastikan Anda menguasai aplikasi yang akan dipakai dalam rapat tersebut seperti Zoom, Google Meet, Skype, Skype for Business, Microsoft Teams, Amazon Chime, BlueJeans, Cisco’s WebEx, GoToMeetings, Jitsi, dan BigBlueButton. Jangan sampai Anda bingung sendiri saat diminta menghidupkan atau mematikan suara.
  3. Melakukan setting nama pada aplikasi rapat online, agar kita dikenali saat bergabung di rapat tersebut
  4. Bergabung rapat minimal 10 menit sebelum rapat dimulai, agar moderator dan administrator rapat bisa mengenali Anda sebagai peserta rapat yang memang diundang
  5. Jika suara di sekitar Anda bising, Anda bisa memakai earphone, supaya pembicaraan rapat terdengar jelas. Lebih baik lagi jika Anda menjauhi kebisingan tersebut, karena akan terdengar jika Anda diminta berbicara
  6. Pahami aturan-aturan tertulis dan etika yang umum dipakai di masyarakat, yang diberikan (atau tidak diberikan) melalui email atau sms atau sosial media jika Anda diperkenankan ikut rapat tersebut

SAAT RAPAT

  1. Saat bergabung (join) rapat, status mic kita adalah mute
  2. Aktifkan Mode Mute Ketika Sedang Tidak Berbicara
  3. Berpenampilan yang baik, berpakaian yang pantas dan bersikap sopan
  4. Jangan memotong pembicaraan dan berbicaralah jika pemimpin rapat atau moderator mempersilahkan bicara, termasuk untuk memperkenalkan diri
  5. Jika ingin berbicara, cukup lakukan proses *Raise Hand*, dan nanti kesempatan akan diberikan oleh moderator
  6. Pastikan koneksi internet Anda cukup kencang, sehingga saat Anda diminta bicara, maka suara Anda bisa terdengar jelas.
  7. Jika ingin berkomunikasi dengan teman yang lain atau dengan moderator, Anda bisa melakukan chat private (Japri) di aplikasi tersebut kepada yang bersangkutan, agar tidak mengganggu pembicaraan
  8. Jangan melakukan multi-tasking, karena menyebabkan Anda menjadi tidak fokus, sehingga apa yang Anda tanyakan dan Anda bicarakan itu ternyata sudah dilakukan oleh peserta lainnya
  9. Hindari rapat sambil makan, termasuk makan camilan
  10. Berikan info via chat kepada moderator dan pemimpin rapat jika Anda ingin ke toilet atau ijin meninggalkan rapat.
  11. Cukup moderator yang memberitahu kepada peserta rapat saat peserta rapat berbicara tapi mic-nya dalam keadaan mute
  12. Dengarkan dengan sabar dan mencoba mengerti jika ada koneksi teman yang ternyata bermasalah

SETELAH SELESAI RAPAT

  1. Anda bisa pamit dengan melalui mic atau melalui chat di aplikasi rapat tersebut
  2. Anda bisa menindaklanjutinya kepada peserta rapat lainnya melalui group WA atau japri ke moderator atau peserta rapat lainnya
  3. Anda bisa mengunduh notulen rapat di alamat yang telah ditentukan

TAMBAHAN

Sedapat mungkin memakai laptop, agar gambar yang Anda tampilkan kepada peserta rapat lainnya tidak terlalu kecil dan bergoyang-goyang dan Anda bisa melihat tampilan Screen Sharing dengan jelas dari pemateri rapat

 

Pilihan

Jika kita pergi ke Pasar, itulah pilihan.
Di sana kita bisa membeli sayuran, buah dan bahan makanan lainnya dengan harga murah, tetapi kita juga bisa dicopet, mencium bau tidak sedap, dan berdesak-desakan.

Jika kita nyetir mobil, itu juga pilihan.
Kita lebih aman, tidak kehujanan dan kepanasan, tetapi kita juga bisa kena macet, menyerempet atau menabrak orang lain jika kita tidak hati-hati.

Jika kita berdiam diri di rumah, itu juga pilihan.
Kita bisa aman dari virus Corona, tapi kita juga bisa banyak makan, atau malah memilih menahan diri untuk tidak makan terus menerus.

Jika kita suka membaca, kita bisa membaca artikel yang membuka wawasan, ini salah satu pilihan.
Selain itu kita bisa membaca berita tentang kematian akibat virus Corona yang membuat kita selalu kawatir.

Jika kita terlalu bosan saat kerja di rumah, pilihan kita adalah kita bisa sambil menonton tv seharian dan pilihan yang lain adalah membuka website-website tentang pembelajaran mandiri.

Jika kita mau bertemu dengan teman-teman kita, pilihannya adalah kita bisa bertemu secara fisik (dan memakai masker) dengan resiko tertular virus Corona, atau kita melakukannya dengan memakai aplikasi di laptop atau smartphone kita.

Jika Kita mau bertemu dengan teman-teman, bercanda ria, kita bisa memilih memakai aplikasi untuk saling menyapa sambil menghabiskan kuota internet, atau hanya bertemu dengan tembok-tembok di dalam rumah kita, kuota kita hemat, dan bisa dipakai untuk menonton Youtube dan Instagram artis.

Semuanya adalah pilihan. Dan pilihan itu ada konsekuensinya.

Memakai Zoom untuk menyapa teman-teman juga ada konsekuensinya, tapi konsekuensi itu bisa diminimalkan, termasuk tidak usah login untuk masalah keamanan, tidak ada data yang dimasukkan ke Zoom, kecuali memang takut kuota kita habis.

Jika kita memang takut kuota kita habis, maka kita juga seharusnya mengurangi menerima dan mengirimkan video, lagu atau pun gambar-gambar dari dan ke group-group WA.

Atau pilihan lainnya adalah, selalu bilang Zoom itu tidak aman dan bilang aplikasi lainnya lebih aman, tetapi tidak mau mengajak teman lainnya untuk bergabung dengan pilihannya.

Di saat seperti ini kita memang harus membuat pilihan, tetap berkomunikasi dengan teman-teman lainnya, dengan memakai aplikasi yang gratis dan populer, sambil meminimalisir resiko keamanan. atau memutus komunikasi tersebut, dengan alasan keamanan, sambil menunggu ada yang berinisiatif mengajak berkomunikasi memakai aplikasi lainnya yang dianggap lebih aman, tapi entah kapan.

Tuhan Yang Berubah

Alkisah pertama, tersebutlah ada dua manusia pertama di bumi ini, tidak ada manusia yang lain selain mereka berdua. Namanya Adam dan Hawa. Apakah mereka bahagia? Mungkin saja, karena tidak ada mertua, adik dan kakak ipar serta keluarga besar yang bisa saja merecoki mereka.

Mereka sangat spesial karena tidak dilahirkan melainkan diciptakan khusus oleh Tuhan, dan sengaja ditempatkan Tuhan untuk pertama kalinya di bumi, untuk menikmati kehidupan di bumi dengan segala fasilitas yang ada.

Namun, ternyata mereka akhirnya dihukum oleh Tuhan dan semua fasilitas yang ada dicabut. Diusir dari kehidupan lama mereka. Mereka dihukum karena sang wanita tidak tahan godaan setan untuk pertama kalinya dan mengajak si laki-laki untuk menikmati godaan tersebut.

Alkisah kedua, tersebutlah seorang pelacur yang kedapatan oleh penduduk setempat dan dibawa ke Yesus. Penduduk setempat meminta pendapat Yesus, harus dihukum apa pelacur ini. Hukuman dari agama setempat pasti dilakukan hukuman mati, itupun dengan cara dirajam, alias dilempari batu sampai mati.

Akhirnya Yesus menanyakan kepada semua penduduk setempat, apakah ada yang tidak pernah berbuat salah? Jika ada, maka boleh melempar batu kepada pelacur tersebut, tetapi jika pernah berbuat salah, maka silahkan pergi. Akhirnya semua penduduk setempat pergi karena mereka semua pernah berbuat salah, bahkan Yesus pun meminta pelacur tersebut pergi, dengan pesan bahwa si pelacur itu untuk tidak berbuat dosa lagi.

Karena Adam dan Hawa itu manusia pertama, pasti tidak pernah belajar apapun, termasuk tidak pernah belajar etika, apalagi belajar agama, jadi mereka tidak tahu konsep baik dan buruk, benar dan salah, langsung dihadapkan pada godaan setan. Wajar jika mereka gagal memahami apa itu godaan. Tetapi Tuhan langsung menghukum mereka berdua. Terlihat di cerita tersebut bahwa Tuhan itu kejam.

Ketika membaca cerita pelacur dan Yesus, kita melihat sebaliknya, Yesus tidak menghukum si pelacur bahkan menyuruhnya pergi karena Tuhan yang sekarang itu Tuhan yang mengampuni dan berbelas kasih, yang penting bahwa manusia mau berusaha untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Iya, Tuhan sudah berubah dari Tuhan yang kejam menjadi Tuhan yang berbelas kasih. Dan memang begitulah seharusnya Tuhan itu, mengajarkan kebaikan.