Strava, sebuah sosial media olahraga

Beberapa bulan ini semangat joggingku sedang naik. Bukan karena apa-apa, tetapi hanya karena bisa pamer sudah seberapa sering aku berolahraga. Bukan pamer seberapa jauh dan kuat aku berolahraga, karena pasti kalah sama yang muda-muda, tetapi pamer tentang seberapa konsisten aku berolahraga.

Dan tempat aku memamerkan diriku berolahraga adalah dengan memakai aplikasi Strava. Untuk memakai aplikasi Strava maka kita perlu mendaftarkan diri dan kita mempunyai akun. Kita bisa mengikuti akun orang lain dan akun kita bisa diikuti oleh orang lain. Sehingga kita bisa mengetahui seberapa sering, seberapa kuat dan seberapa jauh orang lain berolahraga.

Orang yang aku ikuti itu bisa bosku, GM PLN dan mantan bosku, di samping juga teman-teman kantorku.

Cuma yang membedakan diriku dengan orang lain adalah aku memakai jam tangan saat memakai aplikasi Strava ini, sementara orang lain memakai smartphone untuk memakai Strava. Karena aku hanya memakainya di jam tangan, maka aku hanya bisa menampilkan rute, kecepatan dan lama aku berolahraga, sementara yang memakai smartphone tentunya bisa menambahkan foto-foto mereka.

Aku bukan mau cerita positifnya, tetapi mau cerita negatifnya memakai aplikasi Strava di jam tangan. Ternyata Strava di jam tangan ini sensitif terhadap titik koordinat GPS kita. Jika kita tidak mendapatkan koordinat di jam tangan kita, maka kita dianggap tidak berolahraga.

Pengalamanku saat bermasalah dengan koordinat adalah aku berolaharaga selama 0 detik, atau berolahraga di satu titik yang sama atau dianggap berolaharaga indoor.

Setelah beberapa lama olahraga gak tercatat (dan gak bisa pamer), akhirnya aku tahu cara untuk mendapatkan koordinat di jam tanganku dan olahragaku akhirnya tercatat kembali.

  1. Pastikan menghidupkan jam tangan tersebut dengan status lokasi langsung ON
  2. Pastikan menghidupkan jam tangan tersebut langsung di bawah langit, biar jam tangan bisa langsung mencari sinyal satelit GPS
  3. Pastikan menghidupkan aplikasi Strava dengan muncul tanda lokasi di aplikasi Strava. Jika tanda lokasi tidak muncul, matikan aplikasi Strava dan hidupkan ulang (bukan restart jam tangan lho)

Begitulah caraku untuk tetap memakai aplikasi Strava di jam tanganku, supaya aku tetap bisa pamer dan membuat olahragaku lebih menyenangkan.

Catatan : jam tangan yang kupakai adalah Galaxy Watch 2 yang paling murah, sudah rusak dua kali selama masa garansi

Superman, Man of Steel

Robin sangat gerah sama temannya satu kantor ini. Temannya yang bernama Suparman ini sering sekali menceritakan kisah orang lain. Entah saat dia sedang duduk di kursi kantornya, atau saat dia sedang duduk di lobby kantor dan di kantin, atau malah saat dia sedang menunggu angkutan umum.

Angkutan umum ?

Iya ini kisah dua puluh tahun yang lalu.

Apa saja diceritakannya. Dan celakanya Suparman sendiri hanya meneruskan cerita orang lain tanpa dia sendiri tahu cerita tersebut entah benar atau tidak. Pokoknya Suparman merasa lebih hebat jika bisa menceritakan sebuah isu terlebih dahulu. Jika Robin merasa tahu cerita sebenarnya, maka Robin akan membantah ceritanya dari si Suparman, dan hebatnya Suparman ini tidak pernah merasa bersalah walau pun cerita tersebut sebenarnya berita bohong. Yang penting dia dianggap sebagai orang pintar dan serba tahu dengan cara selalu memberikan informasi terkini.

Padahal jika memang dia ingin berita tidak bermutu, Robin bisa saja membaca Majalah Film atau koran Pos Kota, tetapi Robin sengaja membaca Intisari. Jika dia ingin gosip, dia bisa saja menonton infotaiment, tetapi dia malah menonton National Geographics.

Balik ke jaman sekarang

Kelakuan Suparman rupanya tidak berubah.

Dia tiap hari membagikan di Group WA artikel-artikel dan gambar-gambar atau juga video-video yang bahkan dia tidak pernah membacanya dengan teliti atau menonton video tersebut. Yang penting dia membagikan dan ingin dianggap orang banyak sebagai yang serba tahu. Wataknya juga sama, dia tidak peduli apakah yang dibagikan tersebut informasinya benar atau hoax.

Kalau pun sudah diinformasikan balik bahwa itu hoax, Suparman cuek saja, karena misinya menyebarkan informasi sudah tercapai.

Padahal jika orang ingin menonton video, mereka bisa menonton di Tik-Tok atau Youtube atau Facebook. Jika orang ingin melihat gambar-gambar, mereka bisa melihat di Pinterest, Instagram, Twitter atau sosial media lainnya. Suparman tidak perlu membagikan karena memang orang tidak membutuhkan info-info yang dia bagikan.

Tidak apa-apa juga seeeh membagikan info berguna, tapi tidak juga setiap hari, itu pun sehari 3 kali sampai 6 kali. Lha ini belum tentu juga berguna.

Tapi sayang, Suparman selalu butuh dihargai, tapi rupanya dia melakukannya dengan cara seperti itu.

itulah Suparman, Man of Setil

Tabungan Rachel

Yasmin terheran-heran melihat anak temannya Rachel begitu sehat saat remaja. Kedua anaknya Rachel, yaitu Laura dan Nico begitu sehat dan bugar. Laura begitu aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler kesenian di sekolahnya, entah drama dan musik. Sementara Nico begitu aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga, entah ikut volley atau basket. Yasmin juga melihat Rachel begitu sehat, rupanya mama kedua anak itu sama sehatnya dengan keua anaknya.

Padahal jika berbincang-bincang mengenai keluarga mereka, Yasmin tidak begitu melihat ada perbedaan mencolok, kecuali Yasmin sekeluarga yang kadang malah lebih sering makan di luar, entah di mall atau di resto baru dekat rumah.

Anak-anak Yasmin juga lebih sering sakit, entah masuk angin, kena flu atau sakit batuk dibandingkan dengan anaknya Rachel, sehingga wajar anaknya Rachel lebih aktif dalam kegiatan fisik.

Setelah mendesak Rachel, akhirnya Rachel memberitahu rahasianya. Rahasianya rupanya terletak pada prinsip hidup keluarga Rachel, yaitu membuat mindset tabungan pada masing-masing anggota keluarga. Apakah maksudnya tabungan seperti uang atau saham atau yang lainnya ?

Tabungan yang dimaksudkan di Rachel di sini rupanya tabungan kesehatan, rupanya Rachel selalu melindungi keluarganya tanpa mereka merasa terbebani atau terpaksa. Misalnya Rachel meberikan makanan yang sehat dan enak buat anak-anaknya, dan dipilihnya yang tidak terlalu mahal. Malah anak-anaknya lebih suka membawa bekal makanan dari rumah yang dimasak sendiri oleh Rachel dibandingkan beli di kantin sekolah, lebih enak masakan mama kata mereka.

Rachel juga memasang lampu-lampu rumah yang lebih terang untuk membuat mata anaknya lebih sehat, selalu membuka jendela lebbar-lebar supaya ada sirkulasi udara, membatasi penggunaan gadget agar pikiran anaknya tidak terlalu rusak oleh sosial media, mengajak anaknya selalu bersyukur dengan berdoa dan akhirnya mengajarkan anak-anaknya pola hidup bersih dan disiplin.

Lho kalau itu, keluargaku juga sudah melakukannya, pikir Yasmin, tapi kok masih terlihat berbeda ?

Ada satu yang berbeda yang tidak dipunyai Yasmin, yaitu Rachel mengantar anak-anaknya sekolah dengan mobil. Walaupun mobil tersebut bukan mobil yang mahal dan bagus, tetapi bisa melindungi anak-anaknya dari air hujan, udara yang panas, terik matahari, debu yang masuk lewat hidung, sampai pada melindungi anaknya dari serempetan kendaraan lainnya jika anak-anaknya naik motor. Rachel juga merasa anaknya lebih aman dari percikan droplet saat musim pandemi COVID 19 sekarang ini.

Sehingga wajar saja anak-anaknya Rachel lebih sehat dibandingkan dengan anaknya Yasmin, karena anaknya YAsmin kemana-mana diantar naik motor yang penuh dengan resiko. Ditambah resiko kena percikan virus COVID 19 ini.

Baru sekarang Yasmin merasakan bahwa tabungan kesehatan tambahan itu sangat perlu untuk anak-anaknya, dan juga merasa perlu punya kendaraan sendiri yang tidak harus mahal, yang penting bisa melindungi, bahan bakarnya irit, terpelihara sejak dibeli dan masih terasa nyaman untuk dikendarai di dalam kota dan di luar kota. Untuk masa depan anak, kita memang harus melindunginya sejak mereka masih kecil.

Jika Anda ingin keluarga Anda seperti keluarga Rachel, dan ingin mempunyai mobil bekas seperti Yaris tahun 2012 yang murah, terpelihara dan irit, silahkan klik di bawah ini.

https://www.olx.co.id/item/cerita-yaris-tahun-2012-bekas-yang-dipakai-seorang-wanita-iid-780100179

Cerita Maria

Yaris 2012

 

Maria menggerutu, ibunya di kampung selalu mengingatkan bahkan melarang jangan sering-sering naik motor, apalagi ada wabah virus Corona seperti ini,

Katanya nanti ada percikan air ludah muncrat dari pemotor di depannya. Belum lagi takut kalau keserempet mobil yang ngebut atau keserempet pemotor lainnya. dijambret orang jahat, dipepet orang iseng sampai pada kepanasan atau kehujanan di jalan.

Padahal dia sendiri tidak selalu naik motor, tapi kadang memang perlu juga naik motor untuk keperluan yang mendesak, misalnya membeli kebutuhan pokok, ke kantor atau ke kampusnya, sehingga tetap tidak bisa 100% berdiam diri di rumah.

Trus kalau tidak naik motor, harus naik apa dong, begitulah Maria menggerutu. Kalau harus naik angkutan umum, dia harus mengganti angkot beberapa kali, belum lagi berdekatan dengan orang yang tidak dia kenal. Begitu pula jika naik ojek online, bukan jaminan kalau si tukang ojol itu tidak menularkan penyakit.

Memang lebih baik jika Maria naik GoCar atau Grabcar, tapi tentunya biayanya jauh lebih mahal dibandingkan jika naik ojek online atau membawa motor sendiri. Maria tambah mengegrutu.

Dari pada Maria naik GoCar atau GrabCar, lebih baik naik mobil sendiri walaupun bekas, itu pun cukup untuk penumpang lima orang.
Cuma Maria ingin agar mobilnya itu memang dirawat sama pemilik mobil sebelumnya, entah perawatan rutin di bengkel resmi atau ganti oli yang tidak pernah telat. Selain dirawat, tentunya mobil itu irit, dan cocok untuk wanita seperti dia, apalagi misalnya yang memakai mobil itu juga sesama wanita, pasti gak pernah dibawa ugal-ugalan atau sembarangan.

Dan yang paling penting harganya gak mahal, sekitar 100 juta, tapi dengan kondisi yang masih bagus. Maria takut jika beli di showroom mobil bekas, banyak informasi yang diberikan tidak sesuai fakta yang sebenarnya.

Jika Anda situasinya seperti Maria yang butuh mobil bekas di saat situasi Corona seperti ini, silahkan klik ini ya https://www.olx.co.id/item/cerita-yaris-tahun-2012-bekas-yang-dipakai-seorang-wanita-iid-780100179

Maaf ternyata iklan, bantu jual mobil istriku, terima kasih

Yaris ibu

Yaris ibu

Yaris ibu

Yaris ibu

Yaris ibu

Yaris ibu

Etika Rapat / Pertemuan / Seminar Online

Sekarang ini saat ada wabah COVID-19 dan kita harus melakukan Work From Home, kita akan bekerja di rumah dan melakukan rapat / pertemuan juga di rumah. Tapi kita juga bisa melakukan pertemuan lainnya, termasuk pertemuan kelompok keagamaan, lingkungan keluarga dan lingkungan sosial lainnya dengan memakai aplikasi tertentu.

Berikut saya berikan sedikit informasi mengenai etika yang diperlukan untuk rapat online tersebut, gabungan dari pendapat pribadi dan pendapat orang lain.

Etika rapat / pertemuan / seminar online itu seperti ini :

SEBELUM RAPAT

  1. Pastikan bahwa memang kita memang diundang dalam rapat tersebut, bukan karena iseng, sedang tidak ada kegiatan, ada teman yang ikut, atau karena ada link rapat yang dibagikan dalam sebuah group. Bisa jadi rapat online tersebut digunakan untuk membahas sesuatu dalam lingkup diskusi yang kecil
  2. Pastikan Anda menguasai aplikasi yang akan dipakai dalam rapat tersebut seperti Zoom, Google Meet, Skype, Skype for Business, Microsoft Teams, Amazon Chime, BlueJeans, Cisco’s WebEx, GoToMeetings, Jitsi, dan BigBlueButton. Jangan sampai Anda bingung sendiri saat diminta menghidupkan atau mematikan suara.
  3. Melakukan setting nama pada aplikasi rapat online, agar kita dikenali saat bergabung di rapat tersebut
  4. Bergabung rapat minimal 10 menit sebelum rapat dimulai, agar moderator dan administrator rapat bisa mengenali Anda sebagai peserta rapat yang memang diundang
  5. Jika suara di sekitar Anda bising, Anda bisa memakai earphone, supaya pembicaraan rapat terdengar jelas. Lebih baik lagi jika Anda menjauhi kebisingan tersebut, karena akan terdengar jika Anda diminta berbicara
  6. Pahami aturan-aturan tertulis dan etika yang umum dipakai di masyarakat, yang diberikan (atau tidak diberikan) melalui email atau sms atau sosial media jika Anda diperkenankan ikut rapat tersebut

SAAT RAPAT

  1. Saat bergabung (join) rapat, status mic kita adalah mute
  2. Aktifkan Mode Mute Ketika Sedang Tidak Berbicara
  3. Berpenampilan yang baik, berpakaian yang pantas dan bersikap sopan
  4. Jangan memotong pembicaraan dan berbicaralah jika pemimpin rapat atau moderator mempersilahkan bicara, termasuk untuk memperkenalkan diri
  5. Jika ingin berbicara, cukup lakukan proses *Raise Hand*, dan nanti kesempatan akan diberikan oleh moderator
  6. Pastikan koneksi internet Anda cukup kencang, sehingga saat Anda diminta bicara, maka suara Anda bisa terdengar jelas.
  7. Jika ingin berkomunikasi dengan teman yang lain atau dengan moderator, Anda bisa melakukan chat private (Japri) di aplikasi tersebut kepada yang bersangkutan, agar tidak mengganggu pembicaraan
  8. Jangan melakukan multi-tasking, karena menyebabkan Anda menjadi tidak fokus, sehingga apa yang Anda tanyakan dan Anda bicarakan itu ternyata sudah dilakukan oleh peserta lainnya
  9. Hindari rapat sambil makan, termasuk makan camilan
  10. Berikan info via chat kepada moderator dan pemimpin rapat jika Anda ingin ke toilet atau ijin meninggalkan rapat.
  11. Cukup moderator yang memberitahu kepada peserta rapat saat peserta rapat berbicara tapi mic-nya dalam keadaan mute
  12. Dengarkan dengan sabar dan mencoba mengerti jika ada koneksi teman yang ternyata bermasalah

SETELAH SELESAI RAPAT

  1. Anda bisa pamit dengan melalui mic atau melalui chat di aplikasi rapat tersebut
  2. Anda bisa menindaklanjutinya kepada peserta rapat lainnya melalui group WA atau japri ke moderator atau peserta rapat lainnya
  3. Anda bisa mengunduh notulen rapat di alamat yang telah ditentukan

TAMBAHAN

Sedapat mungkin memakai laptop, agar gambar yang Anda tampilkan kepada peserta rapat lainnya tidak terlalu kecil dan bergoyang-goyang dan Anda bisa melihat tampilan Screen Sharing dengan jelas dari pemateri rapat