Semangat Dalam Hidup Nyaman

Semangat dalam Hidup Nyaman

Semalam sekitar tengah malam aku dan temanku (Pak AP) sampai di Villa Gunung Gari Wisata, di kaki gunung Dempo, yang merupakan milik Pemkot Pagaralam.
Sampai di sana, banyak hal di luar pelayanan yang baik untuk sebuah pelayanan penginapan profesional. Misalnya nomor kamar yang tidak jelas, kamar mandi yang tidak bisa dikunci, air panas yang tidak bisa keluar, wastafel yang buntu. Belum lagi cerita dari teman-teman yang lain di kamar yang lain, pasti banyak.
Di Kota Lahat ada Hotel Bukit Serelo, yang merupakan milik Pemda Lahat. Dulu Hotel ini ramai namun sejak ada Hotel Grand Zuri, hotel ini langsung sepi, rupanya pelayanannya kalah jauh dengan hotel pesaingnya itu.
Di Palembang ada Hotel Swarna Dwipa, milik Pemprov Sumsel, namun jarang menjadi pilihan bagi orang yang ingin menginap di Palembang, termasuk teman2 kantorku dari kota lain.
Mengapa hotel yang dikelola Pemda tidak bisa melayani dengan baik?
Menurutku karena mereka sudah hidup nyaman, hotel tersebut ramai atau tidak, pelayanan baik atau tidak, uang dari tamu ada atau tidak, tamu komplain atau tidak, tamu balik untuk menginap lagi atau tidak, mereka tetap gajian dan mereka tetap bisa tidur nyenyak. Mereka tidak mempunyai sense of crisis, tidak mempunyai semangat memperbaiki, tidak mempunyai semangat bersaing. Dan karena tidak mempunyai semangat begitu, mereka tidak lagi mempunyai semangat agility, yaitu semangat kecekatan, atau kemampuan bergerak cepat atau kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sekecil apapun.
Nah tinggal kita sendiri, apakah kita sudah masuk zona nyaman seperti pegawai hotel tersebut. Jika iya, bersiaplah bisnis kita dilindas oleh perusahaan2 yang pegawainya masih mempunyai semangat agility tersebut.