Berkelana Dengan iPad

Satu lagi kegunaan iPadku yaitu sebagai penunjuk jalan. Memang harus diakui bahwa aku hanya mempunyai iPad jenis wifi, yang tidak mempunyai fasilitas GPS, tetapi bukan berarti tidak bisa dipakai sama sekali. Memang kita bisa memakai Google Maps untuk memandu kita, tetapi kita harus terhubung dengan internet dan jangan lupa bahwa kita terhubung internet tersebut dengan kecepatan tinggi, ya paling tidak diatas 60 km/jam. Satu lagi kelemahan Google Maps adalah dia tidak akan berfungsi kalau tidak ada koneksi internet atau gak ada sinyal.

Kembali ke iPad, untuk menggunakannya sebagai GPS, maka ada beberapa hal yang harus ditambah yaitu :
1. Alat GPS bluetooth, maksudnya adalah sebuah GPS yang akan terhubung dengan iPad melalui bluetooth, aku memakai GPS Holux 1200, dibeli di toko navigasi online seharga Rp. 650.000,-
2. Aplikasi koneksi bluetooth, adalah aplikasi yang bertugas menghubungkan antara iPad dengan GPS bluetooth tersebut. Aku memakai aplikasi roqyBT seharga £ 8 di cydia
3. Aplikasi peta, yang bertugas memberitahu posisi dan membantu mencari tempat tujuan. Aku memakai aplikasi Papago Indonesia.

Setelah alat dan aplikasi ini tersedia. Kita bisa segera mencobanya. Hidupkan GPS dan biarkan untuk tidak tertutup langsung kelangit supaya bisa cepat mendeteksi satelit GPS. Hidupkan aplikasi blutooth, setelah hidup, maka secara otomatis akan mencari peralatan bluetooth disekitarnya. Karena GPS sudah menyala, maka akan terdeteksi sebagai holux1200, silahkan dipilih agar segera terkoneksi. Jika sudah terkoneksi maka akan terlihat posisi satelit yang bisa ditangkap oleh aplikasi bluetooth, seolah-olah aplikasi bluetooth berfungsi sebagai dashboard GPS.
Setelah selesai, hidupkan aplikasi petanya, maka posisi kita akan segera terlihat, silahkan cari POI yang diinginkan, dan kemudian pilih navi, maka aplikasi peta akan menunjukkan jalan kesana. Anda juga bisa membuat POI tersendiri dan bisa ditunjukkan jalan kearah sana.
Berdasarkan pengalaman, peta dari Papago ini malah lebih lengkap dibandingkan dengan GPS milik Garmin, yang dibeli oleh adik iparku. Sebagai contoh adalah rumah makan Jejamuran Yogyakarta, peta Papago bisa mengenalinya tetapi peta di Garmin tidak mengenalinya.
Aplikasi ini juga yang kemudian membantu kami menyusuri jalan-jalan di Jawa antara Malang Solo Yogyakarta dan Surabaya
Silahkan dicoba.