Couching & Counseling

Sebelum menjadi lupa karena tertimpa ingatan-ingatan yang datang belakangan, saya ingin menceritakan pengalaman mengikuti Couching & Counseling yang diadakan oleh kantorku (PT PLN (Persero) Cabang Palembang).

Training ini merupakan in house training selama 2 hari, tangggal 17 – 18 Maret 2008, diikuti oleh semua Manager Rayon & Ranting, semua Asisten Manager dan sebagian kecil staf (termasuk saya), dimulai pukul 8 pagi dan selesai sekitar pukul 4 sore. Fasilitator training ini adalah ibu Sukmayanti Ranadireksa, M.Psi yang merupakan Psikolog dari Bandung.
Tujuan training ini adalah meningkatkan kinerja & produktivitas, mengembangkan staf, meningkatkan kemampuan belajar, meningkatkan relasi, meningkatkan kualitas kehidupan kerja, meningkatkan kualitas penggunaan waktu kerja, mengembangkan ide-ide kreatif, mendayagunakan ketrampilan SDM, menanggapipermasalahan secara cepat dan efektif, dan meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Banyak ya.

Pada hari pertama, dimulai dengan permainan yang menghibur, setelah itu kami diajarkan tentang
1. Coaching style yaitu directive dan non directive, termasuk didalamnya menyangkut tentang disiplin dan aktualistas bawahan kita (padahal saya tidak mempunyai staf).
2. Bagaimana untuk memahami orang lain dan mau menerima orang lain serta bisa melihat perbedaan dengan orang lain tersebut. Intinya jangan terjebak didalam penilaian-penilaian awal yang belum tentu benar.
3. Memberikan teknik feedback positif (apresiasi) dan feedback negatif (teguran)
4. Memakai empati dalam berhubungan dengan staf melalui teknik reflecting
5. prinsip focus in dan focus out.

Dalam memahami apa yang diajarkan diatas, dilakukan beberapa permainan dan praktek-praktek langung yang menyebabkan kami menjadi paham penggunaan teknik-teknik tersebut. Diakhir hari pertama, kami diminta saling memberikan feedback positif dan negatif diantara kami, tanpa rasa sakit hati dan tanpa kepentingan tertentu.

Padahari kedua, kami lebih banyak melakukan praktek-praktek tertentu misalnya melihat permasalah dari beberapa sisi, membaca SOP dengan jelas dan bertanding berbicara tanpa mengucapkan kata-kata tentang disi sendiri. Disamping itu kami diminta saling berhadapan dan saling curhat, saling bertatap mata dalam berbagai posisi (sejajar, atas – bawah dan bawah – atas) dan kemudian disimpulkan oleh ibu fasilitator. Kemudian diceritakan juga tentang beberapa cerita untuk tetap memotivasi kami dalam melaksakan program ini dimasa mendatang. Oh ya,dihari pertama dan kedua kami menonton cuplikan beberapa film yang dianggap bagus mewakili konsep coaching dan counseling.

Mudah-mudahan apa yang diberikan ini akan membawa banyak manfaat buat PLN, apalagi saya diberi hadiah dari fasilitator karena dianggap berperan dalam training tersebut. Thanks ya bu atas hadiahnya.