Memakai Ubuntu Studio

Beberapa hari ini ada masalah dengan laptop Toshiba milik kantor yang aku pasang Ubuntu Dapper, masalahnya bukan pada hardwarenya (cuma memorynya saja yang masih 256 MB) tetapi pada sistem operasinya. Maklum saja sewaktu aku upgrade ke feisty, eh koneksi internetnya putus dan proses upgrade jadi stop, sehingga semuanya kembali ke text mode, mana tahan.

Aku sudah mencoba meng-upgrade ulang, mengubah DNS, mendekatkan laptop dengan server (supaya tidak ada gangguan dari luar seperti listrik putus atau dicabut teman hehehe), merestart networking dan lain-lain, tetapi masih juga bermasalah. Perintah-perintah seperti apt-get update, apt-get upgrade, apt-get dist-upgrade, apt-get update –fix-missing, apt-get install -f dan lain-lain sering sekali dipakai, tetapi akhirnya menyerah juga.

Setelah dipikir-pikir, akhirnya aku memutuskan menginstall Ubuntu Studio, yang katanya keren abizzz hehehe. Setalah diinstall, memang tampilannya keren, bagus dan menyenangkan untuk diliat, basisnya tetap saja memakai gnome tetapi dibuat menjadi bagus. Dari semua tampilan, ternyata masih banyak kekurangan. Ubuntu Studio ternyata tidak bisa dipakai untuk kerja kantoran, rupanya hanya dipakai untuk kerja grafis, suara dan video. Ampun deh. Didalam daftar aplikasi, yang ada hanya openoffice writer, yang lainnya tidak ada. Tidak bisa membuka spreadsheet, membuat presentasi dan menarik email. Disamping juga terdapat aplikasi-aplikasi yang tidak begitu diperlukan.

Akhirnya setelah mencari daftar repository yang ada di Indonesia dan menggantinya di sources.list, mulai deh proses update. Selain itu juga menambah beberapa aplikasi tambahan yang memang diperlukan.

Sekarang ini masih dalam proses penambahan aplikasi, proses update sudah selesai tetapi proses upgrade masih belum dilaksanakan. Maksudnya mau letakkan di ruang server dan aku tinggal pulang, senin setelah pulang liburan, baru aku cek lagi hehehe. Oh ya karena laptop ini termasuk laptop tua dan kapasitas bateranya cuma 1 jam, maka aku sudah juga memasang timer di ruang server supaya laptop ini bisa di charge selama 5 jam dan memakai batere selama 1 jam.

Kesimpulannya memakai Ubuntu Studio adalah Ubuntu Studio tidak dikhususkan untuk kerja kantoran, kalau mau untuk kerja kantoran maka harus ditambah lagi aplikasi-aplikasi perkantoran seperti openoffice, kOffice dan lain-lain.