CV dan Resume : Sama atau Beda?

Beberapa tahun yang lalu CV (Curicullum Vitae) atau Daftar Riwayat Hidup terasa akrab di telinga para pencari kerja di Indonesia. Tetapi belakangan ini HRD dari berbagai perusahaan kerap meminta pelamar untuk melampirkan Resume, bukannya CV. Apa bedanya?
Tujuan Pembuatan
Istilah Resume mengemuka dan populer di Amerika sebagai sarana untuk melamar pekerjaan di bidang bisnis komersial. Sedangkan CV lebih banyak digunakan untuk mencari peluang di bidang pendidikan, penelitian atau permohonan bea siswa. Di banyak negara Eropa, CV lebih umum digunakan, baik untuk keperluan melamar pekerjaan ataupun mencari peluang di bidang akademis.

Isi

Perbedaan lain yang mendasar antara CV dan Resume terletak pada isinya. CV umumnya lebih panjang, dua halaman atau lebih dan berisi data-data yang lebih rinci daripada Resume. Di dalam CV biasanya juga dicantumkan data-data pribadi seperti usia, kebangsaan, tinggi dan berat badan, status pernikahan dan kadang juga hobi serta latar belakang pendidikan akademis secara mendetil mencakup daftar penelitian, daftar publikasi tulisan, penghargaan dan lain-lain.

Sedangkan Resume biasanya hanya terdiri dari satu atau maksimal dua halaman yang berisi ringkasan pengalaman, ketrampilan dan pendidikan. Karena tujuan pembuatan Resume adalah untuk melamar pekerjaan, maka biasanya isinya berfokus pada pengalaman kerja atau prestasi di tempat kerja terdahulu serta ketrampilan dan latar belakang pendidikan yang menunjang posisi yang dilamar.

Berdasarkan cara penulisannya dikenal ada dua jenis Resume, yaitu Resume yang kronologis dan Resume yang fungsional. Resume kronologis berisi tentang perjalanan karir si pelamar kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Ini adalah jenis Resume yang paling sering digunakan dan memang lebih mudah dipahami. Sedangkan Resume fungsional berfokus pada ketrampilan tertentu. Bagi yang ingin pindah bidang/fungsi kerja, Resume jenis ini cocok untuk digunakan. Maksimalkan dengan berfokus pada ketrampilan yang bisa diterapkan untuk beragam fungsi kerja (transferable skills), seperti misalnya ketrampilan komunikasi, ketrampilan pemecahan masalah, ketrampilan memimpin, dan sebagainya.

(Sumber : Karir.com)